Ashiatsu, Pijat Penuh Manfaat bagi Anak-Orang Tua

Daftar Isi
Ashiatsu, Pijat Penuh Manfaat bagi Anak-Orang Tua

Penyuka pijat pasti sudah familier dengan jenis pijat shiatsu, sebuah metode pijat Jepang yang menggunakan jari-jari atau tangan. Nah, ashiatsu kebalikannya. Diambil dari kata Jepang ashi (kaki) dan atsu (tekanan), pijat ini sudah dipraktikkan para biksu di Jepang, Cina, Thailand, dan India berabad-abad lamanya.

Sebagaimana namanya, teknik-teknik dalam pijat ashiatsu hanya menggunakan kaki. Tentu, pijatannya jadi lebih kuat dibanding dengan menggunakan tangan. Sehingga, sekalipun pemijatnya anak-anak, orang dewasa tetap dapat menikmatinya.

Kalau Ayah-Bunda masih bingung bentuk pijat ashiatsu, bayangkan saja sewaktu kecil kita disuruh menginjak-injak punggung orang tua kita. Pernah disuruh begitu, bukan? Itulah salah satu teknik ashiatsu.

Namun, dalam tataran profesional, tentu saja teknik-tekniknya lebih kompleks. Bahkan di spa atau tempat terapi yang modern, sang terapis ashiatsu bergelantungan di plang yang ada di langit-langit.

Fungsinya untuk menyesuaikan tekanan. Jika pasien yang dipijat terasa terapis terlalu berat atau kuat, maka terapis itu dapat sedikit menggantung supaya berat badannya berkurang.

Tips Melakukan Pijat Ashiatsu di Rumah

Untuk mengoptimalkan manfaat pijat ashiatsu dan mengurangi risikonya, sebelum memulai sesi pemijatan, perhatikan hal-hal berikut ini:
  1. Pijatan ashiatsu dapat dilakukan melalui tumit, bagian atas telapak kaki, ujung jari, maupun bagian samping luar tempurung kaki.
  2. Posisi ideal pasien pijat ashiatsu adalah tidur telungkup di atas matras empuk. Supaya kepala tidak menoleh ke kiri atau kanan terus, yang dapat menyebabkan cedera leher jika sesi pemijatannya cukup lama, gunakan pengganjal kepala. Kalau di tempat terapis profesional, ranjangnya sudah dilengkapi dengan lubang untuk wajah pasien. Di rumah, Anda dapat menyiasatinya dengan meletakkan wajah pasien di atas boneka atau di antara dua gulungan handuk. Atau cukup bertopang dagu dengan kedua tangan.
  3. Pastikan berat tubuh pemijat sesuai. Jika Anda merasa anak sudah terlalu berat, sebaiknya jangan lakukan ashiatsu, daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terapis ashiatsu profesional sudah tahu soal ini. Tetapi di rumah, Andalah yang harus mengira-ngiranya sendiri.
  4. Waspadai tulang belakang bagian bawah dan persendian seperti sikut, lutut, dan pergelangan kaki. Kalau terasa sakit ketika bagian ini diinjak, sebaiknya hentikan sesi pemijatan ashiatsu. Tetapi kalau kuat, bahkan terasa nikmat, silakan dilanjutkan. Yang jelas-jelas wajib dihindari adalah menginjak kepala dan leher. Selain karena tampak tidak sopan (apalagi bila pemijatnya anak kita), akibatnya juga fatal. Bahkan dalam kasus tertentu, bisa jadi semuanya terlambat sebelum Anda sempat berteriak kesakitan. Gawat, kan?
  5. Lokasi yang wajib dalam pijat ashiatsu, karena aman dan rasanya enak, adalah punggung bagian atas, paha, dan bokong. Silakan berlama-lama di bagian-bagian tersebut.
  6. Ashiatsu dapat dilakukan dengan atau tanpa pakaian, dan dengan atau tanpa minyak urut, zaitun, atau krim. Jika pemijatnya adalah anak-anak atau siapapun yang masih amatir, disarankan tanpa minyak, karena bisa menyebabkannya sering terpeleset, atau minimal belepotan di mana-mana. Namun untuk pemijat yang sudah mahir, justru minyak akan membuat pijatannya “meluncur” enak.
Lebih gamblangnya mengenai kiat-kiat ini, silakan tonton video Keluarga Kecil Homerie mengenai pijat ashiatsu berikut:


Pijat Ashiatsu juga Baik bagi Anak-anak

Bukan, maksudnya bukan anak-anak sebaiknya juga dipijat ashiatsu. Agak ngeri membayangkan tubuh mungil mereka harus diinjak-injak. Dengan pertimbangan berat badan, orang tua sebaiknya tidak melakukan pijat ashiatsu kepada anaknya. Jangan khawatir, masih banyak jenis pijat selain ashiatsu yang cocok bagi anak. Pijat ala India, umpamanya.

Bagaimanapun, menurut pengalaman kami baik dulu sebagai anak maupun sekarang sebagai orang tua, anak-anak cenderung senang ketika disuruh menginjak-injak kita. Dan kegiatan memijat ashiatsu ini juga baik bagi mereka.

Mengapa?

Pertama, karena ini adalah kesempatan untuk bermain. Ingat, mainan terbaik anak adalah tubuh orang tuanya. Dengan menginjak-injak badan orang tuanya, dia seperti bermain halang rintang atau outbond. Dia akan bersusah payah menjaga keseimbangan, terpeleset, jatuh, dan bangun lagi sambil tertawa-tawa girang.

Kedua, dengan menelusuri tubuh orang tuanya melalui pijat ashiatsu, anak juga akan mengenal tubuh orang tuanya. Termasuk lekuk-lekuknya, bagian-bagian mana yang jika ditekan sakit, dan bagian-bagian mana yang lebih “kebal”. Dia akan membandingkannya dengan tubuhnya sendiri, sehingga terbentuklah pemahaman yang lebih komprehensif tentang tubuh manusia di otaknya.

Ketiga, kegiatan semacam ini dapat mendekatkan anak dan orang tua secara psikologis. Karena selama sesi pemijatan pasti terjadi dialog, candaan, atau saling menggoda.



Lihat, baik orang tua maupun anak sama-sama untung dengan pijat ashiatsu ini. Anak menjadi berwawasan dan memiliki lahan bermain. Sedangkan orang tua, tidak perlu ditanya lagi, karena sudah pasti akan lebih segar-bugar setelah dipijat. Bagi keluarga, setiap aktivitas pijat (tidak hanya ashiatsu) pun berpotensi mendekatkan anak dan orang tua, baik secara fisik maupun psikis.

Jadi, jangan sampai melewatkannya. Selamat mencoba pijat ashiatsu!