Serunya Belajar Matematika dengan Gim TuxMath

Serunya Belajar Matematika dengan Gim TuxMath
  • Nama gim: Tux, of Math Command (TuxMath) versi 2.0.3
  • Platform: Desktop Linux, Windows, Mac OS, dll.
  • Genre: Arcade, edukasi, hitungan
  • Mode: Single-player, multiplayer
  • Peruntukan: Anak usia 4 tahun ke atas (atau yang sudah mengenal angka)
  • Bahasa: Inggris
  • Developer: Tux4Kids: High Quality Educational Software Alternatives
  • Programmer: Bill Kendrick, New Breed Software, David Bruce, Tim Holy
  • Desainer: Sam “Criswell” Hart
  • Rilis: April 2011
  • Link download: Sourceforge
TuxMath memang bukan gim baru, tetapi menurut kami bagus untuk merangsang kemampuan matematika (literasi angka) Ara.

Awalnya, permainan besutan Tux4Kids ini eksklusif untuk pengguna Operating System (OS) Linux, seperti Keluarga Kecil Homerie. Namun, jangan khawatir, sekarang sudah bisa dimainkan di komputer-komputer ber-OS Windows dan Mac, kok.

Kabar baik lainnya, gim ini gratis, sehingga siapapun dapat mengunduh dan menginstalnya. Sekali diinstal, kita tidak perlu internet lagi untuk memainkannya. Praktis, bukan?

Cara Bermain TuxMath

Dalam gim ini, pemain (player) berperan sebagai Tux, sang komandan penguin maskot Linux. Tugasnya melindungi bangsanya dari meteor matematika yang menghujaninya. Meteor matematika? Hahaha, ini istilah kami saja. Meteor-meteor ini berjatuhan dengan membawa soal matematika, misalnya "3 + 9 = ?"

Komandan Tux akan menembak meteor tersebut secara akurat jika kita memasukkan angka (jawaban) yang juga tepat. Bila jawaban yang kita berikan salah, maka Komandan Tux hanya akan menembak lurus ke atas, sehingga tak sebongkah meteor pun yang akan hancur.

Seiring bertambahnya level atau durasi permainan, meteor-meteor itu datang semakin cepat dan banyak. Kalau sampai salah satunya jatuh menimpa bumi (atau entah planet apa), meteor-meteor itu akan menghantam iglo (rumah Eskimo yang terbuat dari bongkahan es). Begitu iglo rusak, penguin penghuninya terpaksa mengungsi :’(

Bagaimana seandainya semua iglo di layar komputer hancur? Tentu, permainannya berakhir, alias game over!

Selain meteor yang bergerak vertikal (jatuh), ada juga komet yang bergerak horizontal (mendatar di langit). Komet ini tidak akan membahayakan iglo, tetapi poinnya besar kalau kita berhasil menembaknya. Namun, gerakannya biasanya lebih cepat. Jadi, anggaplah komet ini sebagai bonus. Dalam kehidupan nyata, melihat “bintang jatuh” juga dianggap tanda rezeki, kan? :)

Jenis Permainan dalam TuxMath

Berdasarkan menunya, ada empat opsi permainan TuxMath:
  1. Play Alone. Kita bermain sendiri di sini. Apa saja pilihan permainannya? Nanti kita bahas.
  2. Network Game. Ini bukan main daring atau online, tetapi bermain dalam jaringan lokal, seperti warnet. Jadi, asalkan beberapa komputer terhubung dengan peladen (server) yang sama, kita dapat ramai-ramai bermain. Asyik buat berlomba siapa yang paling tinggi skornya.
  3. Play with Friends. Bermain bergantian menggunakan satu komputer atau laptop.
  4. Factoroids. Di sini, pemain harus sudah mengenal bilangan prima, perkalian, dan pemfaktoran. Dalam praktiknya, kita naik pesawat di ruang angkasa yang penuh dengan asteroid. Tugas kita menembaki meteor-meteor itu hingga hancur. Tetapi bukan sembarangan. Setiap meteor membawa angka tertentu. Ketika ditembak, meteor itu terbelah menjadi faktor-faktornya. Misalnya, meteor 12 akan terpecah menjadi dua: meteor 4 dan meteor 3. Ini karena 12 adalah 4 x 3. Kalau instruksinya hancurkan meteor 2, berarti yang bukan kelipatan 2 (meteor 3) tidak akan bisa ditembak. Harus dihindari saja agar pesawat tidak tertabrak.
Untuk jenis permainan Play Alone sendiri, kita bisa memainkan:
  • Math Command Training Academy. Ini semacam latihan, bukan misi Tux yang sebenarnya. Kita dapat memilih mau latihan mengetik angka (cocok buat anak yang baru mengenal angka), penambahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian angka. Selain itu, juga ada bilangan negatif untuk menambah tingkat kesulitan operasional matematika.
  • Math Command Fleet Missions. Nah, ini misi yang sebenarnya. Namun, tampilannya kurang-lebih sama saja. Hanya, operasional matematika yang muncul lebih acak. Kadang-kadang penjumlahan, kadang-kadang perkalian, dan seterusnya.
  • Play Arcade Game. Hampir sama dengan Math Command Fleet Missions, tetapi tujuannya untuk mendapat skor setinggi-tingginya dan masuk Hall of Fame.
  • Play Custom Game. Kita dapat mengkreasikan gim sendiri dengan platform TuxMath ini. Cuma, terus terang, kami belum mencobanya.
Secara umum, tingkat kesulitan dalam TuxMath dibagi menjadi lima: Space Cadet (sangat mudah), Scout (mudah), Ranger (normal), Ace (sulit), dan Commando (sangat sulit). Tingkat kesulitan ini dilihat dari kecepatan maupun kerumitan soalnya.

Manfaat Gim TuxMath bagi Anak

Kami melihat enam manfaat dari permainan digital ini:
  1. Melatih kemampuan berhitung anak, khususnya anak usia 5-15 tahun, dengan cara yang menyenangkan. Tetapi orang dewasa pun tidak ada salahnya ikut bermain untuk mengasah kembali otaknya.
  2. Meraba-raba ketertarikan anak terhadap angka dan matematika. Kalau anak tertarik, dia akan terus memainkannya, hanya berhenti setelah otaknya lelah. Tetapi kalau anak tidak tertarik, dia cenderung akan kebosanan dengan bermain 1-2 menit saja.
  3. Mengenalkan anak pada sistem papan ketik (keyboard) dan tetikus (mouse) di komputer, khususnya bagi mereka yang belum pernah “menyentuh” papan ketik seperti Ara. Minimal, anak akan tahu bagaimana menggerakkan kursor dengan jarinya atau tetikus, penggunaan tombol angka, panah, spasi, esc, dan enter.
  4. Membangkitkan rasa tanggung jawab anak. Dalam gim ini, nasib penguin-penguin dan iglonya bergantung pada pemain.
  5. Menguatkan mental anak agar tidak panik saat menghadapi tekanan waktu.
  6. Mempelajari bahasa Inggris. karena istilah-istilah matematika dan instruksi-instruksi permainan yang dipakai menggunakan bahasa Inggris, mau tidak mau anak akan belajar juga.
Di samping itu, gim semacam ini tentu lebih menantang dibanding bila si anak langsung ditanya oleh orang tua atau gurunya, “Sembilan ditambah 12 sama dengan berapa?”

Pengalaman Ara Memainkan TuxMath

Pertama kali mencoba gim ini, Ara langsung heboh. Mungkin karena panik dengan soal-soal matematika yang disampaikan secara dinamis seperti ini. Apalagi, kemampuan menghitung Ara tidak terlalu baik. Sekalipun itu hitungan sederhana, ia masih menggunakan jari-jarinya untuk menghitung.

Namun, Ara ketagihan memainkannya. Dia bisa bertahan bermain sampai 15 menit setiap harinya. Berikut ini video keasyikan Ara memainkan TuxMath:


Sebaliknya, Kira yang baru berumur tiga tahun tampak dingin-dingin saja. Dia hanya tertarik dengan suara dan tampilan gim.

Jadi, usia berapa yang direkomendasikan untuk menikmati Tuxmath Game? Dugaan umum kami, usia rentang 5-15 tahun. Namun, ternyata Yayah juga senang memainkannya, untuk mengasah otak dan hitungan. Jadi, sebenarnya tidak ada batas usia. Semua serbarelatif.

Bahkan usia yang termuda pun sangat relatif. Jika anak Ayah-Bunda umur 3 tahun sudah mengenal angka, rasanya sudah bisa diajak main TuxMath. Minimal untuk Number Typing atau permainan mengetik angka.

Hanya satu yang kami kecewa dari gim eduktif ini, yakni perihal navigasinya. Di submenu tertentu, tidak ada tombol Back-nya. Ini mengingatkan kami pada opsi-opsi USSD di operator seluler. Itu, lo, yang format teleponnya pakai bintang (*), sekian, sekian, sekian, pagar (#). Kalau mau kembali harus satu per satu.

Untuk TuxMath, sebenarnya bisa juga kembali ke halaman berikutnya dengan menekan Esc atau ikon X di sudut kanan atas layar. Tetapi kadang malah mengakibatkan gim tertutup semua (forced shut down).

Semoga ini ke depannya segera diperbaiki oleh tim Tux4Kids.

Komentar