1 Night and 2 Days at Palmyra Homestay Malang

Duolingo, Cara Gratis dan Asyik Belajar Bahasa Asing

Duolingo, Cara Gratis dan Asyik Belajar Bahasa Asing
  • Slogan: Belajar bahasa secara gratis. Selamanya.
  • Platform (klik untuk download): Situs web, aplikasi Android, dan aplikasi iOS
  • Pencipta: Luis von Ahn dan Severin Hacker
  • Peluncuran: 30 November 2011

Mengetahui kemampuan berbahasa asing sangat krusial, banyak orang tua jadi berlomba-lomba mengursuskan buah hatinya bahasa-bahasa asing. Padahal, kalau si anak tidak tertarik dengan pernak-pernik bahasa dan mungkin kurang memiliki kecerdasan verbal, maka semahal apapun kursus itu hanya akan berakhir mubazir. Lalu, bagaimana solusinya? Saran kami, cobalah Duolingo dulu.

Duolingo adalah situs web atau aplikasi gratis untuk belajar bahasa asing. Gratis, tetapi dapat diandalkan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing. Kami, Keluarga Kecil Homerie, sudah mencobanya sendiri.


Bagaimana Cara Belajar di Duolingo

Ara memanfaatkan Duolingo dua kali sehari. Pagi untuk belajar bahasa Arab, dan sore untuk belajar bahasa Inggris. Masing-masing selama setengah jam. Namun, tanpa libur.

Duolingo itu seperti les bahasa, tetapi isinya bukan buku pelajaran atau ada (video) guru yang menerangkan. Di Duolingo, kita langsung diberi soal-soal. Jadi, aplikasi ini lebih mirip Lembar Kerja Siswa (LKS). Namun, tentu saja dalam bentuk yang canggih (interaktif), hemat kertas, dan mengasyikkan!

Bukan cuma memilih jawaban yang benar atau mengetikkan jawaban-jawaban, tetapi kita juga diajak belajar mendengarkan suara native speaker, juga mengucapkan kalimat-kalimat dalam bahasa asing. Jadi, empat aspek bahasa dilatih di Duolingo: membaca, mendengar, menulis, sekaligus berbicara.

Kalau ada jawaban kita yang salah, aplikasi akan memberi tahu kita letak salahnya dan bagaimana yang benar, sehingga kita bisa belajar dari kesalahan tersebut. Demikianlah cara Duolingo mengajari kita, Ayah-Bunda.

Belajar di Duolingo tidak terasa kita sedang belajar, tetapi lebih seperti bermain gim. Nah, karena bentuknya menyerupai gim, nilai dalam Duolingo pun berupa Experience Point (XP). Jumlah XP kita akan diadu dengan XP pelajar-pelajar Duolingo lainnya dari seluruh dunia. Dari situ, rangking kita ditentukan. Dengan konsekuensi sebagai berikut:

  • Ranking 1-10: naik liga (semacam kelas)
  • Ranking 11-45: tinggal di liga yang sama
  • Ranking 46 ke bawah: turun liga alias terdegradasi

Hasil belajar kita (semacam rapor) di Duolingo dan keputusan di mana liga kita berikutnya dibagikan setiap Senin melalui email. Hasil evaluasi juga dapat dilihat di aplikasinya.

Terdapat 10 liga dalam Duolingo, yaitu:

  1. Bronze atau Perunggu 
  2. Silver atau Perak 
  3. Gold atau Emas 
  4. Sapphire atau Safir 
  5. Ruby atau Delima 
  6. Emerald atau Zamrud 
  7. Amethyst atau Kecubung 
  8. Pearl atau Mutiara 
  9. Obsidian 
  10. Diamond atau Berlian

Semakin tinggi liganya, semakin banyak kita bertemu pelajar-pelajar yang rajin. Jadi secara alami, akan semakin sulit untuk memperoleh peringkat yang tinggi, karena persaingannya ketat.

Yang paling sulit tentu saja Liga Berlian. Peringkat terbaik Ara di liga ini hanya 20.


Pilihan Bahasa dalam Duolingo

Salah satu keunggulan Duolingo dibanding aplikasi pembelajaran bahasa asing lainnya adalah, meskipun gratis tetapi lengkap.

Ada lebih dari 66 bahasa yang bisa dipelajari, termasuk Inggris, Arab, Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Cina, Rusia, Korea, Portugis, Belanda, Swedia, Norwegia, Turki, Polandia, Irlandia, Yunani, Ibrani, Denmark, India, Ceko, Ukraina, Vietnam, Hungaria, Swahili, Rumania, Hawaii, Navajo, Latin, Skotlandia, Finlandia, dan masih banyak lagi.

Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Jangankan Indonesia, bahasa buatan seperti Esperanto (diciptakan oleh L.L. Zamenhof pada 1887), bahasa fiktif yang populer semacam Klingon (bahasa orang Planet Klingon di film Star Trek) dan Valerian (bahasa di Game of Thrones) saja dapat dipelajari di Duolingo!

Hehehe, menarik, ya?


Keunikan Duolingo

Duolingo juga seperti media sosial. Kita bisa mengikuti atau diikuti pelajar lain. Kita juga dapat mengirim ucapan selamat kepada teman kita. Misalkan kalau dia naik ke liga berikutnya, aktif selama 50 hari berturut-turut, atau dapat achievement lainnya.

Mau praktik berbahasa langsung dengan pelajar lainnya juga memungkinkan di forum Duolingo. Kondusif sekali komunitas gratis ini, Ayah-Bunda!

Bahkan, Ayah-Bunda juga ingin mempelajari bahasa asing? Silakan bergabung. Duolingo sejatinya bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga cocok bagi remaja dan dewasa.

Namun, bagaimana hasilnya? Apakah "tempat kursus" ini andal? Atau hanya bermain-main atau sekadar untuk mengenalkan bahasa?

Agak sulit menjawab pertanyaan itu. Menurut kami, Duolingo cukup komprehensif sebagai tempat belajar yang "serius". Asalkan kita mempraktikkan bahasa itu. Di mana-mana, belajar bahasa takkan maksimal bila kita hanya mempelajarinya, tanpa ada upaya untuk berbicara dan mendengarkan bahasa itu secara aktif dalam keseharian.

Komentar