Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now

Ayah-Bunda, apakah balita Anda sudah memasuki usia sekolah? Sudah siap-siap mencari sekolah yang pas? Ini masa-masa yang penting. Bersikap kritis dan telitilah dalam memilih sekolah.

Anak adalah masa depan, berikan dia sekolah yang tepat

Tahukah Ayah-Bunda, ada setidaknya 7 akibat fatal kalau kita salah memilihkan sekolah untuk buah hati kita. Tegakah kita melihat buah hati:

1. Stres
Ini jelas. Semakin lama sekolah bukannya semakin ceria, anak malah jadi semakin pasif, pemurung, dan gampang marah. Selanjutnya, dia akan mencari banyak alasan untuk tidak masuk sekolah.

2. Benci belajar
Sekolah yang salah berpotensi mengendurkan semangat belajar anak kita. Tanda-tandanya, dia tidak menjawab (atau menjawab pendek-pendek) ketika ditanya, “Tadi di sekolah belajar apa?” Dia juga tidak pernah mengulang-ulang pelajaran, lagu, atau apapun yang diperolehnya dari sekolah.

3. Bermasalah secara sosial
Apa gunanya seorang anak pintar, tetapi nama teman dan gurunya saja tidak hafal? Apa gunanya dia jago olahraga, tetapi tidak punya empati dan sopan santun? Itu kalau pintar atau jago, lho. Jangan-jangan, belajarnya sudah malas-malasan (poin #2), ada tanda-tanda stres (poin #1), antisosial pula!

4. Tidak suka tantangan
Ini juga hasil produk sekolah yang keliru. Sekolah seperti ini akan memberi tantangan yang jauh di atas kemampuan siswanya, baik secara kualitas maupun kuantitas. Sehingga, anak pun terbiasa mencari jalan pintas. Misalnya, dengan mengandalkan orang tuanya untuk menyelesaikan tantangan itu, baik berupa tugas, karya, atau apapun.

5. Pura-pura patuh
Sekolah yang buruk selalu memotivasi dengan cara instan, yaitu melalui hukuman dan iming-iming. Akibatnya, anak terbiasa melakukan sesuatu hanya bila disuruh dan diawasi. Kalau sudah begini, anak sulit menjadi mandiri. Selamanya, dia harus disuruh, dilarang, dan diawasi dulu.

6. Susah bersaing di masa depan
Pendidikan di usia dini menentukan sekali bagaimana masa depan seorang anak. Salah pilih sekolah, artinya salah menanamkan prinsip-prinsip dasar. Akibatnya, bisa berimbas negatif pada masa depannya.

7. Tenaga, waktu, dan uang terbuang sia-sia
Berapa uang yang Anda keluarkan untuk memasukkan anak ke sebuah sekolah? Berapa waktu si anak yang terbuang? Berapa tenaga yang seharusnya produktif tersia-siakan? Dampak salah pilih sekolah: orang tua dan anak rugi besar!

Maka dari itu, Ayah-Bunda, mencegah ketujuh bencana itu jauh lebih baik daripada menyesal nantinya. Jangan sampai salah pilih sekolah.

Memperkenalkan…
Buku panduan terbaru, terlengkap, & terpraktis
tentang memilih sekolah PAUD, TK, dan SD
(TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU)


Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now
  • Judul: Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Milenial Zaman Now
  • Genre: Buku Panduan (How-to / Guide)
  • Penulis: Bukik Setiawan, Andrie Firdaus, & Imelda Hutapea
  • Penerbit: Buah Hati - Teman Takita
  • Tebal: xi + 144 halaman
  • Terbit: April 2018
  • ISBN: 978-602-7652-96-5
  • Harga di Homerie: Rp250.000 Rp125.000 (dapat bonus e-book Homerie senilai Rp200.000)
Beli sekarang, mumpung promo!

Pada era '90-an atau sebelumnya, sekolah masih sedikit. Yang populer bisa dihitung dengan jari. Tetapi era sekarang (atau bahasa gaulnya: Zaman Now), sekolah sudah tumbuh bak jamur di musim hujan. Ini membuat orang tua pusing tujuh keliling.

Di lain sisi, sekarang juga eranya teknologi informasi. Generasi Zaman Now mempunyai tradisi dan metode berbeda dalam memecahkan masalah. Demikian pula jenis persaingan dan tantangan mereka di masa depan. Pekerjaan yang dapat diotomatiskan akan diambil alih oleh program komputer, mesin, atau robot.

Sekolah yang bagaimana yang tepat untuk Anak Zaman Now? Mereka butuh sekolah yang membantunya mengenali dan mengembangkan potensi uniknya. Sekolah yang seperti apakah itu?

Buku Panduan untuk Anak Zaman Now mengupasnya tuntas!

Karya tiga penulis yang memiliki passion di dunia pendidikan ini menawarkan pendekatan terkini. Bukan hanya menyajikan teori dan hasil-hasil penelitian terbaru, buku ini dilengkapi pula dengan tip-tip praktis yang mudah diikuti. Intip saja…

Isi Buku Panduan Memilih Sekolah untuk Zaman Now

Poster Panduan Memilih Sekolah
  1. Memahami Anak Zaman Now. Apa yang dimaksud “anak Zaman Now” itu? Pembaca diajak menyelami karakteristiknya, tantangan kerja yang akan dihadapinya, serta ketrampilan yang diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.
  2. Memahami Cara Belajar Anak Zaman Now. Kenapa kebiasaan belajar kita (generasi Zaman Old) tidak relevan lagi? Bagaimana cara kerja otak dalam proses belajar? Anda akan dapat langsung membandingkan efektivitas cara lama dan cara baru. Pada akhirnya, dibahas pula metode belajar yang paling pas untuk era ini.
  3. Memahami Sekolah Anak Zaman Now. Bab ini mengajak pembaca melihat sekolah secara menyeluruh. Setelah itu, dijelaskan salah kaprah dalam memilih sekolah yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Pada bagian akhir, Anda juga disodori tipikal sekolah yang dibutuhkan anak-anak milenial.
  4. Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now. Apa saja faktor dan tahapan memilih sekolah? Bab ini menyajikannya lengkap dengan panduan observasi serta wawancara yang memudahkan orang tua dalam menilai sebuah sekolah. Terdapat daftar pertanyaan penting yang bisa diajukan kepada sekolah, sekaligus bagaimana menilai jawaban dari pihak sekolah.
  5. Strategi Alternatif Memilih Sekolah. Inilah bab yang paling ringkas, tetapi tetap padat ilmu. Isinya strategi yang dapat Ayah-Bunda manfaatkan bila target meleset atau gagal mendapatkan sekolah incaran. Langkah cadangan seperti ini selalu penting, bukan?
  6. Panduan Memilih PAUD. Akhirnya, Ayah-Bunda akan diajak memahami konsep pendidikan anak usia dini.
Setelah membaca Panduan Memilih Sekolah untuk Zaman Now, Ayah-Bunda diharapkan bisa terampil dalam mendeteksi kebutuhan-kebutuhan unik anak, demi masa depan yang lebih cemerlang.

Dijamin, Ayah-Bunda tidak akan keliru memilih sekolah setelah membaca buku ini!

"Buku ini bagus dalam memberikan panduan dan checklist untuk mencari sekolah yang terbaik bagi anak."

Astuti Tri Padmaningsih

Siapa yang Seharusnya Membaca Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now

Secara spesifik, buku ini ditulis untuk:
  • Orang tua yang sedang menyiapkan sekolah terbaik bagi anaknya yang berumur 4-7 tahun
  • Guru dan kepala PAUD atau TK yang peduli kualitas murid-muridnya
  • Pemerhati anak, penulis cerita anak, atau profesional yang berhubungan dengan dunia anak
  • Siapapun yang ingin memberikan informasi spesial ini kepada seseorang yang mungkin membutuhkannya
Beli sekarang, mumpung promo!


Penulis Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now

Bukik Setiawan
Bukik Setiawan. Sempat menjadi dosen di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) selama tujuh tahun, Bukik akhirnya memutuskan mundur dari PNS. Saat ini, dia adalah Manajer Pengembangan Kampus Guru Cikal. Salah satu tanggung jawabnya menginisiasi dan memfasilitasi Komunitas Guru Belajar yang telah ada di lebih dari 20 daerah, mulai Riau hingga Timika.

Di luar itu, lulusan S-2 Psikologi ini menjadi konsultan di portal KeluargaKita.com dan IniBudi.org. Bukik juga menjadi redaktur di portal bakat anak, Teman Takita. Buku-bukunya yang telah terbit sebelum ini ialah Anak Bukan Kertas Kosong (2015) dan Bakat Bukan Takdir (2016).

Andrie Firdaus
Andrie Firdaus. Ketika masih mahasiswa, Andrie sudah menjadi trainer dan pendamping remaja dalam isu kesehatan reproduksi. Lulus dari S-1 Psikologi Unair, bapak seorang putra ini memilih berkarier di bidang SDM di beberapa perusahaan, seperti penerbitan, otomotif, restoran, properti, hingga pertambangan. Kinerjanya yang cemerlang membuatnya dipercaya sebagai Manajer SDM.

Di luar pekerjaan rutinnya, Andrie bercita-cita bisa turut meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Itulah yang membuatnya berkolaborasi bersama Bukik dalam menulis buku Bakat Bukan Takdir, dan yang terbaru Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now. Harapannya, agar para orang tua bisa lebih mengenali pengembangan bakat dan persiapan karier anak.

Imelda Hutapea
Imelda Hutapea. Pernah bekerja di berbagai aliran prasekolah seperti High Scope dan Montessori, Imelda akhirnya bekerja sebagai guru kelas prasekolah di Sekolah Pelita Harapan pada 1998. Setelah lulus dari program Magister Pendidikan dengan spesialisasi Manajemen Sekolah dan Pendidikan Anak Usia Dini dari Universitas Leeds, Inggris, dia mematangkan ketrampilannya dalam pendidikan trainer profesional di HBA Consulting Brisbane, Australia.

Imelda kemudian mendirikan Preschool Teacher Institute di Jakarta. Kariernya sebagai pelatih guru berlanjut di Kampus Guru Cikal. Ibu satu putri ini mempunyai kegelisahan terhadap maraknya praktik PAUD yang mengabaikan kebutuhan siswa-siswanya.

Bukan sekadar pengalaman yang berbicara, ketiga penulis ini juga aktif melakukan beberapa penelitian. Ini membuat Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now layak menjadi pegangan Ayah-Bunda dalam memilih sekolah sang buah hati.
"Ini adalah salah satu buku yang mengubah cara pandang saya tentang pendidikan. Saya akhirnya percaya bahwa pendidikan yang menumbuhkan tidak hanya membuat anak bahagia, tetapi juga memunculkan kemampuan dan kegemaran anak akan belajar yang sesungguhnya."

Karunianingtyas Rejeki

Jangan pernah sepelekan pemilihan sekolah anak. Mungkin, Ayah-Bunda berpikir cari sekolah itu gampang, tinggal lihat saja...

Jaraknya. Pilih sekolah itu yang dekat-dekat saja!
Ini tidak salah. Namun juga cara memilih sekolah yang terlalu malas. Apa gunanya sekolah yang berjarak hanya 10 meter, kalau visi-misinya masih Zaman Old? Irit bensin dan waktu, memang. Tetapi pikirkan masa depan anak 10-20 tahun lagi.

Fasilitasnya bagus, pasti sekolahnya bagus!
Kurang tepat! Yang lebih penting, bagaimana fasilitas itu digunakan? Buat apa fasilitas mewah dan lengkap bila anak kita tidak leluasa menggunakannya alias dibatasi untuk siswa-siswa tertentu saja?

Piala dan gelar juaranya banyak, berarti sekolahnya bagus!
Jangan salah, sekolah yang berorientasi hasil (terobsesi piala) seperti itu kemungkinan besar akan pilih kasih. Segelintir siswa yang menonjol cenderung terus dikarbit, sementara sebagian besar siswa yang dianggap biasa-biasa saja cenderung diabaikan.

Gedung yang mentereng adalah ciri sekolah bagus!
Problemnya, tampilan yang sempurna itu justru merupakan cerminan bahwa di dalamnya ada tuntutan yang tinggi terhadap kesempurnaan siswa. Ada toleransi yang rendah terhadap setiap kekeliruan.

Gengsinya. Pilih sekolah itu yang bikin orang tuanya bangga!
Tunggu dulu, ini yang sekolah orang tuanya atau anaknya? Banyak orang tua yang terlalu egois memaksakan gengsinya pada anak, tanpa mempertimbangkan anak bisa stres dan tidak menikmati proses belajarnya kalau dipaksa.

Ada begitu banyak salah kaprah orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya. Kelima hal di atas hanya sebagian contoh.

Anak bisa stres kalau berada di sekolah yang tidak cocok

Mulai sekarang, mari ubah pola pikir kita, demi pendidikan buah hati. Jangan bereksperimen. Buat anak, kok, coba-coba! Ingat...

Sekolah favorit belum tentu cocok buat anak kita!

Sekolah mahal belum tentu fasilitasnya dinikmati anak kita!

Sekolah dengan koleksi ribuan piala belum tentu bisa membuat anak kita mengangkat pialanya sendiri!

Ayah, Bunda, telitilah baik-baik sebelum memilih sekolah anak. Tahukah Anda, sebenarnya kita bisa tahu ciri-ciri sekolah yang pas untuk si buah hati. Hanya dengan mengamatinya selama 10 menit, kita bisa langsung mengetahuinya.

Semua rahasianya akan dijabarkan dalam buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now ini...



Jual Buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now (Diskon + Bonus)

Pesan sekarang melalui Homerie, agen resmi buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now. Pembayaran bisa melalui transfer ke bank BCA, BNI, atau BTPN. Caranya mudah, cukup:
  1. WA atau SMS ke 08510 555 7799 dengan format: “Memilih Sekolah / (nama lengkap) / (alamat pengiriman) / (kota dan kode pos) / (telepon) / (jumlah pesanan)”
  2. Jika stok buku masih ada, kami akan langsung membalas dengan info biaya yang perlu Anda transfer (harga buku + ongkos kirim), dan nomor rekening BCA/BNI/BTPN kami.
  3. Lakukan transfer.
  4. Kami akan kirimkan paket buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now dan infokan nomor resinya.
Pengiriman dilakukan dari Surabaya menggunakan jasa Pos Indonesia.

Amankan eksemplar Anda sekarang juga!

Bonus Tip: 6 Jurus Efektif Memilih Sekolah

Memilih sekolah itu seperti memilih rumah. Ini barang yang bernilai tinggi. Sekali salah pilih, penyesalannya berganda: uang dan efek negatifnya terhadap anak. Untuk menghindari kerugian besar tersebut, lakukan hal ini:

  1. Ketahui kebutuhan anak. Setiap anak mempunyai kebutuhan uniknya sendiri. Kenali cara belajar dan kebiasaan anak. Pemahaman ini penting bukan saja dalam memilih sekolah, tetapi juga untuk disampaikan dan didiskusikan dengan guru-gurunya nanti.
  2. Ukur kemampuan kantong. Suka atau tidak, kekuatan finansial orang tua merupakan faktor penting. Idealnya, Ayah-Bunda sudah mulai menyiapkan tabungan pendidikan jauh-jauh hari, sehingga pilihannya lebih banyak.
  3. Definisikan harapan orang tua. Sebagaimana setiap anak itu unik, demikian pula harapan orang tua. Mungkin harapan itu sesederhana agar sang anak tidak mengalami pengalaman buruk tertentu seperti ketika dia dulu bersekolah.
  4. Buat kesepakatan dengan anak. Orang tua memang yang membiayai sekolah, tetapi yang menjalani adalah anak. Kedua belah pihak harus bersepakat mengenai kriteria sekolah yang ideal.
  5. Gali informasi. Carilah info sekolah-sekolah yang sekiranya cocok dengan hasil kesepakatan tadi. Penggalian informasi ini dapat dilakukan melalui internet, bertanya ke beberapa orang tua yang lain, atau pegawai di sekolah itu.
  6. Datangilah sekolahnya. Berkelilinglah ke semua sudut sekolah, sampai ke ruang kelas dan kamar kecilnya. Kalau memungkinkan, perhatikan juga cara mengajar guru-gurunya. Atau lebih baik lagi bila anak bisa merasakan belajar di sekolah tersebut (trial class). Selain itu, Ayah-Bunda disarankan juga mewawancarai guru, kepala sekolah, atau humasnya.
Detail keenam langkah di atas akan dibahas secara gamblang dan dengan bahasa yang sederhana dalam buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now. Ayah-Bunda tinggal meniru dan mempraktikkannya.

Jadi, tidak perlu pusing lagi menentukan sekolah mana yang pas bagi buah hati...

Beli sekarang, mumpung promo!