Setya Syariah, Hotel Nyaman di Jantung Kota Madiun

Kursus Daring yang Makin Trending

Kursus Daring yang Makin Trending

Zaman sudah berubah, Ayah-Bunda. Bukan hanya profesi yang bisa dijalankan tanpa perlu pergi ke tempat tertentu (kantor), belajar pun sekarang tidak perlu sekolah. Maka wajar bila peminat sekolah rumah (homeschooling) semakin lama semakin banyak. Kemajuan teknologi daring membuat dunia pendidikan tidak lagi kaku dan kering.

Berkat internet, hampir semua jenis sekolah, kuliah, akademi, kursus, atau kegiatan belajar-mengajar apapun dapat diikuti dari mana saja. Medianya mulai dari yang sesederhana grup WA, Facebook, sampai yang canggih seperti aplikasi ponsel atau platform MOOC.

Pernah dengar istilah Massive Open Online Course alias MOOC, kan, Ayah-Bunda? Itu, lo, platform ruang pertemuan untuk mengadakan kegiatan belajar-mengajar di dunia maya.

“Massive” maksudnya sangat luas, bahkan bisa menembus batasan geografis negara. “Open” berarti terbuka, siapapun boleh ikut. “Online” artinya penyebaran pengetahuan ini dilakukan melalui internet alias daring. Sedangkan “course” adalah kursus. Jadi, MOOC maksudnya kursus daring dalam skala luas.

Murid-muridnya tidak terpatok pada negara, usia, atau tingkat pendidikan tertentu. Semua orang bebas mengikuti. Yang ditawarkan pun nyaris sama seperti sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan umumnya. Misalnya, kursus bahasa, sejarah, matematika, komputer, animasi, bermain saham, manajemen, bisnis, public speaking, pengasuhan anak (parenting), dan sebagainya.

Biayanya? Sebagian cuma-cuma, sebagian berbayar. Tetapi kalaupun berbayar, biasanya jauh lebih murah dibanding sekolah, kampus, atau tempat kursus umum. Ini karena penyelenggaraannya efisien: tidak butuh sewa/beli gedung, bayar listrik, atau gaji bulanan guru, pengajar, satpam, petugas kebersihan, maupun karyawan-karyawan lainnya.

Guru atau tutor hanya disewa sesekali untuk sesi perekaman suara dalam rangka menjelaskan bab tertentu, syuting untuk modul video, atau membuat modul buku. Atau mungkin juga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik. Yang jelas, pekerjaan mereka tidak sebanyak saat menjadi pengajar konvensional.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk Kursus Daring

Kesuksesan peserta didik dalam menguasai subjek tertentu sangat bergantung pada semangat belajar, kemandirian, serta komitmennya sendiri. Tidak ada guru, dosen, tentor, atau tutor yang aktif menyuruh, misalnya, untuk mengerjakan tugas atau mempelajari sesuatu. Jadi, MOOC atau kursus daring memang hanya cocok untuk peserta didik yang berkarakter mandiri dan memiliki motivasi tinggi.

Selain masalah komitmen, yang tidak kalah penting adalah sarana belajar yang harus kita persiapkan sendiri. Karena ekosistemnya daring, tentunya kita harus sedia koneksi internet dengan kecepatan serta kuota yang mencukupi. Pastikan internet tersebut bisa untuk menonton atau mengunduh beberapa video dan e-book modul pelajaran.

Kemampuan bahasa Inggris juga merupakan nilai lebih. Setidaknya, pilihan kursus kita akan semakin banyak kalau kita tidak mempermasalahkan bahasa Inggris. Penyelenggara kursus berbahasa Inggris di luar sana jauh lebih banyak daripada yang berbahasa Indonesia.

Oh ya, hampir lupa. Kalau di sekolah kita memerlukan buku dan pulpen, maka di MOOC atau tempat kursus daring kita perlu laptop atau ponsel pintar. Ini alat utama. Mungkin lebih nyaman memakai laptop. Tetapi ponsel jelas lebih praktis, sehingga kita bisa “kuliah” di mana-mana. Sambil antre di loket kereta pun asyik-asyik saja kalau kursusnya via ponsel.

Kita juga harus sudah mempunyai pengetahuan dasar untuk mengoperasikan situs web atau aplikasi pembelajaran. Repot kalau kita tidak tahu bagaimana cara membuka dan mengoperasikan situs web atau aplikasi tersebut. Sebenarnya, ini tidak terlalu rumit. Jika Anda lancar menggunakan Facebook dan Gmail, kemungkinan Anda tidak akan mengalami kesulitan berarti dalam mempelajari cara kerja platform MOOC.

Lalu, pada akhir periode belajar-mengajar, biasanya ada tes evaluasi untuk melihat seberapa pahamnya kita akan mata pelajaran tertentu.

Beberapa penyelenggara menyediakan sertifikat resmi bagi peserta didik yang lulus. Ada yang hanya berupa arsip .PDF dan dikirim melalui surel, ada pula yang menyediakan ijazah kertas yang siap dikirim ke rumah setelah kita membayar biaya cetak dan ongkos kirim.

Rekomendasi Tempat Kursus Daring

Penasaran ingin cepat-cepat mencoba kursus secara daring? Untuk langkah awal, silakan meluncur ke:
  • Khan Academy. Sebuah organisasi nonprofit yang berpusat di California, Amerika Serikat. Bahasa pengantar utamanya Inggris. Namun, beberapa materi telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Semuanya gratis.
  • Alison. Komunitas pembelajaran daring yang berbasis di Galway Technology Park, Irlandia. Bahasa pengantarnya Inggris. Sebagian besar kursus di sini gratis.
  • Harvard University. Siapa yang tak kenal perguruan tinggi kenamaan di Massachusetts, Cambridge, Amerika Serikat ini? Sebagaimana universitas-universitas besar lainnya, Harvard juga menyelenggarakan MOOC dalam bahasa Inggris. Tidak semuanya gratis.
  • Universitas Terbuka (UT). Sejak didirikan pada 1984, perguruan tinggi negeri ini sudah menerapkan pola belajar-mengajar jarak jauh. Namun belakangan, UT juga mengembangkan MOOC. Pengantarnya dalam bahasa Indonesia. Semuanya gratis.
  • Universitas Ciputra Entrepreneurship. Universitas calon wirausaha yang berlokasi di Ciputra, Surabaya, ini mengadakan MOOC bertema bisnis, kewirausahaan, dan manajemen. Bahasa pengantarnya Indonesia. Semuanya gratis.
  • IndonesiaX. Produk dari PT Education Technology Indonesia (ETI) ini menggandeng beberapa universitas dan perusahaan ternama di Indonesia dalam mengadakan MOOC. Kursus disajikan dalam bahasa Indonesia. Semuanya gratis.
  • Zenius. Beroperasi sejak 2004, dan sekarang dikelola oleh PT Zenius Education, wadah ini merupakan bimbingan belajar daring untuk pelajaran-pelajaran SD hingga SMA. Materinya menyesuaikan kurikulum Kemendikbud. Sebagian besar modulnya berbayar, tetapi Zenius terkenal paling murah di antara para kompetitornya.
  • Ruang Guru. Konsepnya hampir mirip dengan Zenius, yaitu memberikan modul-modul pelajaran sekolah, bank soal, dan motivasi belajar. Sebagian besar berbayar.
Sebenarnya, masih banyak lagi kursus-kursus semacam ini. Namun, Yayah baru mencoba tempat-tempat MOOC di atas. Untuk jelasnya, silakan cari tahu tempat-tempat kursus daring lainnya sendiri.

Ilmu dan Guru Ada di Mana-mana

Kursus daring atau MOOC adalah solusi yang praktis bila kita ingin mempelajari sesuatu tetapi enggan atau tidak punya waktu untuk hadir di kelas fisik dan jadwal tertentu. Sebuah alternatif pendidikan yang patut dijajal.

Kursus daring tidak akan garing. Pilihan programnya sudah sangat bervariasi, baik untuk gelar maupun nongelar. Jangan salah, program S-2 yang penyelenggaraannya sepenuhnya daring pun sudah banyak, termasuk dari universitas-universitas yang telah memiliki nama besar. Namun, biayanya memang lebih mahal.

Siapapun dapat mengikuti MOOC atau kursus daring, entah Ayah, Bunda, atau anak-anak kita. Atau sekeluarga kursus bareng, rasanya lucu juga. Misalnya, sama-sama belajar Ilmu Beternak Lele. Ah, nantilah kami coba kalau Ara sudah lancar membaca-tulis.

Intinya, perkembangan di dunia pendidikan sudah luar biasa. Era canggih ini membuat kita tidak punya alasan lagi untuk tidak belajar dan tidak mau memperbarui ilmu kita. Mungkin yang dulu dikatakan orang tua kepada kita, sekarang pun akan kita katakan kepada anak-anak kita, “Enak, ya, sekarang semua sudah maju, Nak. Pendidikan tidak perlu susah seperti zaman kami dulu.”

Komentar