Ekspedisi Bunker Peteng Cicalengka
Pernahkah Ayah-Bunda membayangkan mengajak buah hati bertualang ke sebuah bunker rahasia peninggalan zaman kolonial? Terdengar seru dan asyik, bukan? Kalau sedang berada di Cicalengka, cobalah melakukannya. Di sana, terdapat sebuah situs bersejarah tersembunyi bernama Bunker Peteng, alias Gua Peteng.
Dahulu, Bunda pernah diajak ibu dan pamannya ke sana. Berbekal pengalaman masa kecil Bunda, pagi itu, kami memutuskan melakukan ekspedisi kecil-kecilan menuju Bunker Peteng, Cicalengka.
Bunker Peteng: Gua Buatan di Tengah Perkebunan
Sebagian terkubur tanah dan semak-semak, Bunker Peteng dulunya adalah area bertebing yang kemudian tanahnya mengalami kelongsoran. Untuk menemukannya, kami menepi dari jalanan utama Kampung Kebon Suuk (Kebun Kacang) dan bertanya-tanya ke warga sekitar. Sebab, Bunda sendiri juga lupa-lupa ingat lokasinya.
Ternyata, lokasi Bunker Peteng itu sangat dekat dengan permukiman penduduk. Tempatnya juga di dekat tempat pemakaman umum Cisaladah. Tidak ada jalan khusus untuk mencapai bunker-bunker ini. Kami harus melewati kebun yang berkontur menurun dan rumput-rumputnya lebat. Meski tidak hujan, tanahnya terasa basah dan licin.
Rimbunnya kebun, suara serangga-serangga dan burung-burung di hutan, dan heningnya area pemakaman menciptakan atmosfer petualangan yang berbeda dari perjalanan-perjalanan kami lainnya. Saat menelusuri jalan-jalan setapak di sana, kami merasakan kesan yang agak mistis, hehehe.
Nah, itulah asal muasal julukan bunker ini!
Kata “Peteng” berasal dari bahasa Sunda (dan juga Jawa) yang berarti “gelap” atau “rahasia”. Menurut peneliti sejarah, Atep Kurnia, penamaan seperti ini sangat umum untuk bangunan serupa peninggalan kolonial.
Pemberian nama “Peteng”, dari mulut ke mulut, oleh masyarakat lokal adalah cerminan dari memori kolektif mereka. Bunker ini dibangun oleh kekuatan asing (Belanda) untuk tujuan militer yang bersifat rahasia. Warga sekitar pada masa itu kemungkinan besar tidak pernah tahu apa fungsinya.
Praktis, setelah ditinggalkan Belanda, bangunan-bangunan ini tetap menjadi objek asing yang misterius. Kegelapan di dalamnya seolah menyatu dengan “kegelapan” informasi mengenai asal-usulnya.
Sejarah Bunker Gua Peteng
Menurut salah satu versi sejarah, Bunker Peteng merupakan saksi bisu dari sebuah pergeseran strategi militer besar-besaran yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda pada akhir abad 19 dan awal abad 20.
Sejak tahun 1820-an, Belanda mulai mewacanakan pemindahan pusat-pusat militer mereka dari wilayah pesisir yang dianggap tidak sehat serta rentan penyakit ke daerah pedalaman Priangan yang lebih sejuk dan strategis.
Rencana besar ini diwujudkan secara bertahap. Pusat militer dipindahkan dari Kota Semarang ke Magelang, lalu dari Sukabumi ke Padalarang (tempat pusat kavaleri didirikan).
Puncaknya pada 1916, markas besar tentara Hindia Belanda dipindahkan dari Batavia ke Bandung, menempati gedung yang kini kita kenal sebagai Markas Kodam III Siliwangi.
Keputusan strategis tingkat tinggi ini tentu membutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar Bandung sebagai “ibu kota militer” yang baru. Bukan hanya berupa markas besar, mereka juga memerlukan jaringan pertahanan berlapis yang terdiri dari pos-pos pemantauan serta benteng-benteng kecil di titik-titik vital.
Nah, Bunker Peteng di Cicalengka adalah salah satu komponen dari jaringan pertahanan tersebut, Ayah-Bunda. Berdasarkan analisis sejarawan Atep Kurnia, bunker ini kemungkinan memiliki dua fungsi utama:
- Posko Pemantauan Militer: Fungsi utamanya adalah sebagai posko pemantauan atau kantung pertahanan di dataran tinggi. Lokasinya yang strategis memungkinkan tentara Belanda untuk mengawasi pergerakan dari kejauhan. Bunker ini diduga kuat memiliki kaitan erat dengan markas kompi artileri yang diresmikan di Nagreg pada 1902, yang letaknya tidak terlalu jauh dari Cicalengka.
- Tempat Perlindungan Serangan Udara: Fungsi sekundernya adalah sebagai lokasi untuk berlindung dari serangan udara. Menjelang Perang Dunia II, ancaman serangan udara dari Jepang menjadi nyata. Pemerintah kolonial Belanda pun mempersiapkan banyak posko serupa sebagai tempat perlindungan bagi pasukan mereka.
Setelah era pendudukan Jepang pada 1942, bunker ini kemudian juga dimanfaatkan oleh militer Jepang. Itulah mengapa sebagian warga setempat juga menamainya “Gua Jepang Cicalengka”.
Ternyata Ada Tiga Bunker Peteng
Tidak ada satu pun plang informasi sejarah yang menjelaskan asal-usul dan fungsi Bunker Peteng. Menurut warga sekitar, hampir tidak pernah ada peneliti atau dinas terkait yang datang untuk menggali lebih dalam tentang situs ini.
Sejak pertama mencari tahu di internet, kami sudah tahu Bunker Peteng bukanlah objek wisata yang dikelola secara resmi. Jadi, kami tidak berekspektasi yang terlalu tinggi. Yang kami cari hanya murni petualangan eksplorasi gua yang telah lama diabaikan ini.
Berbicara Bunker Peteng Cicalengka, berarti kita sedang merujuk pada tiga bunker sekaligus. Ketiganya hanya berjarak sekitar 10 meter:
- Bunker Pertama: Sayang sekali, bunker ini sudah hancur total. Tempatnya sekarang telah menjadi ladang garapan warga.
- Bunker Kedua: Kondisinya paling utuh dan bisa dimasuki. Bentuknya menyerupai kapsul dengan dinding beton tebal yang kini diselimuti lumut. Pintu masuknya terlihat rendah akibat sedimentasi tanah selama puluhan tahun, sehingga kita harus sedikit membungkuk untuk masuk. Kami tidak (berani) masuk, tetapi dari pengakuan orang-orang, suasana di dalam dilaporkan pengap karena sirkulasi udaranya minim. Ruangan di dalamnya terbagi menjadi dua bagian besar dengan total panjang sekitar 10 meter dan perkiraan tinggi asli lebih dari 4 meter. Di ujung ruangan hanya ada sebuah lubang ventilasi udara.
- Bunker Ketiga: Kondisinya sudah tertutup semak belukar lebat, tidak mungkin untuk dimasuki. Ada kemungkinan juga bunker ini menjadi persembunyian ular.
Kondisi bunker secara umum tidak terawat: kusam, berlumut, penuh sarang laba-laba, dan banyak nyamuknya. Jadi, kami sarankan saat mengunjungi tempat ini, kenakanlah pakaian yang tertutup. Seminimal mungkin ada kulit yang terbuka.
Bunker Peteng Cicalengka
- Alamat: Kp. Kebon Suuk RT.02/RW.09, Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40395 (Google Maps)
- HTM: Gratis
- Buka: 24 jam