Teriknya Taman Bhinneka Nusantara Surabaya

Table of Contents
Teriknya Taman Bhinneka Nusantara Surabaya

Sekitar satu kilometer dari Taman Harmoni dan Taman Bambu Surabaya, terdapat sebuah tempat wisata baru bernama Taman Bhinneka Nusantara (Nusantara Creativity Center). Lokasi di sebelah Yayasan Pondok Kasih, tidak jauh dari TPU Keputih.

Taman ini menyerupai Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan skala yang lebih mini lagi. Hm, apakah isinya juga sama persis dengan TMII? Kalau yang di Jakarta saja di sebut taman mini, yang ini pantasnya disebut taman mikro, hehehe.

Latar Belakang Pembangunan Taman Bhinneka Surabaya

Latar Belakang Pembangunan Taman Bhinneka Surabaya

Taman Bhinneka Nusantara diresmikan pada 20 Mei 2025. Tempat ini memiliki tagline “Jelajahi Indonesia, Rayakan Keberagaman”. Ayah-Bunda akan menemukan konsep edukasi budaya dan keberagaman dengan adanya miniatur rumah adat di Indonesia, lengkap dengan penjelasannya di bagian depan bangunan.

Bukan tanpa alasan Yayasan Pondok Kasih bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan berbagai tokoh lintas agama dan budaya menggagas taman ini. Diharapkan, masyarakat bisa lebih menghargai perbedaan kebudayaan yang ada di sekitarnya. Surabaya adalah kota dengan penduduk multikultural.

Tidak hanya beragam dalam soal budaya. Agama juga. Karena itulah pengunjung bisa melihat beragam rumah ibadah berdasarkan agama-agama yang ada di Indonesia.

Fasilitas-fasilitas Taman Bhinneka Nusantara

Fasilitas-fasilitas Taman Bhinneka Nusantara

Taman Bhinneka Nusantara pada dasarnya sama saja dengan taman-taman lain. Di sini ada kafe (tempat makan), musala, toilet, tempat duduk, gazebo, playground, dan area parkir.

Bedanya, suasananya. Adanya miniatur rumah adat membuat pengunjung merasa bahwa mereka tidak sendirian. Ada beragam kebudayaan di sini dan semuanya hanya ada di Indonesia.

Selain miniatur rumah adat, ada juga replika rumah ibadah berbagai agama yang ada di Indonesia. Bahkan miniatur masjid, konon, bisa digunakan sekaligus sebagai musala. Tempat wudunya ada di bagian belakang bangunan.

Selain itu, di taman ini juga dibangun Taman Doa. Ada air terjun kecil di sini, dengan aneka bunga ditanam secara teratur. Suasananya sengaja diciptakan sehening mungkin sehingga kondusif untuk berdoa atau bermeditasi. Bahkan foto-foto pun, seingat kami, tidak diperbolehkan.

Beberapa meter dari Taman Doa, terdapat panggung amfiteater. Mungkin untuk menggelar pertunjukkan atau foto-foto.

Di sini ada juga greenhouse, tempat dibudidayakannya aneka tanaman hidroponik, lalu miniatur Monumen Kapal Selam (Monkasel) dan jembatan Suramadu. Cocok buat berfoto-foto.

Kekurangan Taman Bhinneka Nusantara

Kekurangan Taman Bhinneka Nusantara

Perlu Ayah-Bunda ketahui, lokasi Taman Bhinneka Nusantara itu panas. Jadi, sebaiknya jangan berkunjung saat matahari sedang terik-teriknya. Tidak ada pohon-pohon perindang, atau belum ada. Kami sampai harus berteduh di teras rumah-rumah adat.

Kalau Ayah-Bunda mau berkunjung ke sini, kami sarankan pada pagi atau sore hari. Itu pun sebaiknya membawa topi atau payung, mengenakan pakaian panjang, dan mengoleskan tabir surya.

Kami sendiri mengunjungi Taman Bhinneka sekitar pukul sepuluh pagi. Hari libur. Sudah banyak pengunjung di sana, sepertinya rombongan dari dua sekolah yang berbeda.

Karena luas tempatnya hanya sekitar 8.000 meter persegi, tempat ini tergolong kecil. Berjalan ke sini, ketemu rombongan yang ini, berjalan ke sana berpapasan dengan rombongan yang itu. Memutar lagi, sudah berjumpa mereka lagi. Jadinya, lo lagi, lo lagi, hehehe.

Dengan ukuran taman memungil ini, mengeksplorasi Taman Bhinneka rasanya tidak akan sampai setengah jam. Kecuali jika Ayah-Bunda membaca dengan saksama setiap informasi yang dipasang di depan rumah adat atau sengaja menggelar sesi fotografi.

Setelah semua sudut sudah dikunjungi, kami bingung, “Mau ngapain lagi?”

Sebenarnya, ada wisata perahu. Tinggal menambah lima ribu rupiah dari harga tiket masuk. Namun, sungai yang menjadi rutenya terlalu pendek. Mungkin bisa untuk dua sampai tiga putaran. Dengan pemandangan yang itu-itu saja, kami tidak terlalu merekomendasikannya.

Taman Bhinneka memang keren. Namun, jujur, kurang memuaskan. Barangkali karena usianya belum genap satu tahun. Butuh banyak penambahan fasilitas. Apalagi dengan harga tiket yang seharusnya cukup untuk memanjakan pengunjung dengan segala keunikan taman ini.

Semoga ke depannya Taman Bhinneka Nusantara bisa jauh lebih menarik lagi.

Taman Bhinneka Surabaya

"Jelajahi Indonesia, Rayakan Keberagaman"

Lokasi Jalan Medokan Keputih 29, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur 60111 (Google Maps)
Tiket Masuk Dewasa Rp20.000, Anak-Anak Rp15.000
Senin - Jumat 09.00 - 18.00 WIB
Sabtu - Minggu 09.00 - 20.00
Miniatur Rumah Adat

Representasi kekayaan budaya Nusantara melalui replika arsitektur tradisional.

Simbol Kerukunan

Ornamen khas yang menggambarkan harmoni lintas agama dan budaya Indonesia.

Ruang Kreativitas

Area terbuka hijau untuk edukasi, refleksi, dan penguatan karakter bangsa.

APA YANG BISA DIPETIK DARI SANA?
01 Implementasi Nilai Pancasila
02 Penguatan Toleransi & Inklusi
03 Wawasan Kebangsaan Sejak Dini
Infografik oleh Homerie 2026